bu helen

selesai kuliah disalah satu perguruan tinggi negri, membuat diriku tidak begitu susah untuk mencari kerja. beberapa minggu setelah aku wisuda, langsung mendapat kerja di sebuah perusahaan kapal asing di jakarta. Beberapa bulan aku bekerja di kantor pusat, cukup kerasan, dan betah banget…hingga suatu hari aku ditugaskan bos untuk beberapa hari membantu kantor cabang di Manado.Terus terang…baru kali ini aku ke manado, walau ragu-ragu tapi akhirnya aku berangkat juga. “Ben…nanti kamu di sana akan dijemput supir kantor, truss ketemu sama branch manager sana…Ibu Helen…”, begitu instruksi yang ku terima sesaat sebelum aku berangkat ke bandara.

Setelah menempuh 3 jam perjalanan di pesawat akhirnya sampai juga di sam ratulangi,…cukup melelahkan memang apalagi cuma dikasih air putih ama roti coklat alakadarnya di pesawat. setelah kutemui supir kantor, langsung aku di bawa menemui ibu Helen. “bu helen lagi ada di pelabuhan pak, jadi beliau bilang bapak langsung aja ke lapangan…” kata supir kantor. Ehh..busyet ternyata pelabuhannya ada di Bitung, masih 2 jam lagi perjalanan darat. Selama perjalanan aku terus membayangkan seperti apa sih Ibu Helen ini, jangan-jangan galak, trus judes, bawel,…pfuff pokoknya udah kepikiran yang jelek-jelek duluan.

Tiba di pelabuhan, aku langsung diantar menemui bu Helen ini. “Benson yaa…staff IT dari jakarta ???”, tiba-tiba kudengar ada suara memanggil dari belakang. Ketika ku menoleh….wow busyyeett…apa yang aku bayangkan ternyata meleset jauhh.” Iii..yaa..bu, saya Benson, ini Ibu Helen??”, tanya ku. ” iya, nanti selama 3 hari, kamu bantu saya ya…” jelasnya.” Ba..ba..baik bu”, jawabku dengat terbata-bata. Grogi banget soalnya Ibu helen cantik banget, mirip tessa kaunang, kulitnya putih mulussss banget, rambutnya sebahu, ramah, langsing, toket kecil tapi kenceng, kalo ngomong masih berlogat manado, umur baru 35 (katanya) berarti dia lebih tua 10 tahun dengan ku. Tidak habis-habisnya aku memandangi bu helen ini, apalagi dengan memakai rok mini dan kemeja yang terbuka se dada dan angin laut yang bertiup cukup kencang…cukup membuatku menelan ludah memandangnya, bikin penasaran. Kami pun berdiskusi panjang lebar, namun aku tetap tidak konsen. “kamu kenapa, ben??”, ujarnya sambil memandangku dengan aneh. Wah gawat ketahuan jangan-jangan, pikirku dalam hati.”oh..tidak bu, mungkin saya kecapean, abis jauh banget..”, jawabku sambil memasang tampang melas. “oo..ya sudah, kalau begitu kita kembali lagi ke Manado, nanti kamu langsung ke Hotel aja, saya sudah pesankan hotel buat kamu…”, begitu katanya.

Selama diperjalanan menuju Manado, kami terus ngobrol mulai dari masalah pribadi hingga masalah sembako (berat banget yaa ..obrolannya). “kamu sudah berkeluarga, ben ??”.
“belum bu, baru lulus kuliah…yaaa…kira-kira 7 bulanan lah.”
“sudah punya pacar..??”, timpanya
“yah..belum punya bu, selama kuliah saya belum pernah pacaran..heheh”.
Ternyata bu Helen ini masih singel, dulu sempet tunangan tapi gagal. Kayanya bu helen ini lumayan gaul..soalnya tau tempat-tempat karoke, pub, bar, dan diskotik yang ada di manado, bahakan hampir semuanya pernah di datangin.
Kita terus ngobrol dan tidak terasa akhirnya sampai juga di sebuah hotel dikawasan Bahu mall. Lumayan enak, apalagi langsung ngadap ke pantai. Begitu turun mobil, aku langsung diantar bu Helen ke kamar hotel.
“Nah..ini kamarmu ben, istirahat ya..besok pagi kamu dijemput langsung ke kantor cabang, nanti saya tunggu disana”.
“makasih, bu”
Akhirnya bisa juga aku istirahat, tapi tetep aja aku inget terus bu helen…sampai-sampai kepikiran yang bukan-bukan,…hehehehehe

2 hari ku lalui dengan perasaan memendam hasrat dengan bu helen, boleh dikatakan hampir setiap hari aku gak konsen ama pekerjaan.Setelah 2 hari bekerja membantu bu Helen, akhirnya sampai juga di hari terakhir. setelah beres kerjaan di sore hari, aku diantar pulang oleh bu Helen. “ben, kita makan dulu yuk…”, “oke, bu….kalo gak ngerepotin”, jawabku.
akhirnya kami makan dulu di sebuah cafe di belakang Bahu mall tak jauh dari hotel tempat aku menginap. Sambil makan bu helen selalu memuji-muji hasil pekerjaanku (padahal menurutku itu gak ada apa2nya). Tetapi ada sesuatu yang aneh hari ini. “Ben, mau ngerasain ikan tude ini gak..” sambil menyuapkan secuil daging ikan ke mulut ku. Langsung aja aku samber garpunya, cuek dah…udah hari terakhir ini. “ibu mau juga nyicipi bubur cumi goreng ini ??”, “boleh…boleh”. Akhirnya kita main suap-suapan (kaya ABG pacaran..hehehehe).

Tidak terasa kita ngobrol sambil makan sampai menjelang malam. Tetapi tidak disangka, bu Helen ngajak aku karoke masih di dalam komplek bahu mall, aku sih oke aja….seneng bo… Hampir berjam-jam kita nyanyi berdua, sampai tidak terasa sudah larut malam. Akhirnya aku pamit balik ke hotel karena belum packing. “ya udah….aku bantu kamu deh…”, jawabnya. walaupun aku udah nolak, tapi dia maksa, yaudah ku ajak aja ke kamar.

Sampai di dalam kamar hotel bu Helen kaget karena kamarku berantakan.
“Aduh…kaya kapal pecah….aku bantu beresin yaa…”
“jangan bu, biarin aja…ibu duduk aja nonton TV, saya mandi dulu ya bu…”
Karena grogi akhirnya aku mandi aja deh, tapi emang dasar sial (apa lagi untung) aku lupa kunci pintu kamar mandi. Ketika lagi asyik showeran aku kaget, karena bu Helen tiba-tiba buka pintu kamar mandi.
“eehh…bu, ada apa???!!” dengan ekspresi kaget sambil nyari handuk buat nutupin K*nt*L ku.
“kok kamu mandi gak dikunci sih…kebiasaan…kan keliatan deh anunya..”
“eaee..lupa bu” jawabku dengan muka merah padam.
“ahh..kamu ben…bikin aku jadi pengen…” rayunya sambil tiba-tiba mendekapku dari belakang.
Waduh gawat pikirku, mau dibilang enak…tapi bos sendiri..mau di bilang gak enak..tapi emang enak.
“jangan bu, ibu mau apa???”, tanya ku
“mauuuu…….hmmmm…ini!!” sambil meremas anuku.
Spontan aku kaget sampai handuk yang ku pegang lepas. Tiba-tiba bu Helen langsung melumat bibirku sambil merangkul ku. Karena terbawa suasana akhirnya aku ikut menikmati cumbuannya.
“Ben, bukain bajuku dong…” desahnya dengan penuh nafsu. Akhirnya kemejanya ku buka, dan bu helen pun hanya mengenakan bra dan rok mini. Didorongnya tubuhku yang tanpa sehelai benang pun ke arah closet, akhirnya aku terduduk diatas WC, lalu bu helen dengan liarnya naik diatas pangkuanku. Buah dadanya yang ranum dan kenceng terbalut dengan bra berwarna hitam transparan, sehingga pentilnya seolah-olah mengintip dari balik branya. Aku ciumi buah dadanya yang putih dan mulus (sampe2 urat yang biru2nya keliatan), lalu ku buka branya…muncullah pentil bu helen yang masih merah muda. Dengan liarnya, bu helen menggeliat diatas pangkuanku. “aghh…geli ben…aghh..sstt…enakkk…”, desahnya dengan penuh nafsu menikmati hisapan dan jilatan ku di sekitar putingnya. Jilatan ku pun semakin lama semakin liar, ku bedirikan bu helen lalu kujilati perut hingga m*m*k nya. Wow, rupanya bulu-bulu bawahnya masih halus (kayanya abis cukuran nih…) wangi lagi, dan ternyata sudah mulai basah.
“ben..kita pindah ke tempat tidur aja yuk…” ajaknya
“iya..bu” jawabku sambil menggendong bu helen yang kelihatannya udah mulai sange….matanya udah sayu…heheheheh
Pergulatan akhirnya dilanjutkan lagi di atas tempat tidur, sekarang giliran bu helen yang diatas. anuku mulai dijilat dengan perlahan….dari ujung polka sampe bijiku di sapu dengan lidah perlahan-lahan. wow…sensasinya…senut..senut.. Tanpa di duga-duga, anuku langsung dikulum, kepala bu helen naik turun sambil terus mengulum anuku dengan lahapnya. Tanpa ba bi bu lagi langsung batanganku dimasukan kedalam m*m*k nya. Hangat, basah, dan sempit.
“hmmm..aagghh….enak ben….goyang dong”, ajaknya dengan penuh nafsu
Langsung aja aku balikan posisi bu Helen dalam keadaan anuku masih tertancap di m*m*knya, sekarang giliran aku yang di atas. Dengan lincahnya aku mulai goyang pinggul maju mundur perlahan, sambil terus bercumbu dan melumat bibirnya.
“ben…kenceng lagi …terus..aghh…teruss…” bisiknya dengan penuh nafsu dan semangat. “terus..aghh..aku mau dapet…aku mau dapet…”
Semakin lama goyangan ku mulai cepat….dan akhirnya..CRROOTTT…ku keluakan tai macanku masih di dalam m*m*knya. Bersamaan pula kurasakan anuku basah dan terasa hangat seperti ada cairan yang menyemprotku juga..hmm…rupanya kita sama-sama dapet. Setelah kurasa cukup, langsung ku cabut onderdil ku yang sudah mulai mengkerut…capek.
“makasih ben, sudah lama aku gak mendapatkan ini”
“sama-sama bu, saya juga baru kali ini begituan….”
“ah masa..??…kok kamu pinter..sih…”
“biasaa…sering nonton di internet…saya belajar dari film bu…”
Kami pun saling berpelukan dan tertidur hingga pagi hari.
Paginya akupun panik karena telat bangun dan harus ngejar pesawat. Akupun diantar bu Helen ke bandara, sambil berpesan kalo nanti ia ke jakarta aku diminta nemenin dia lagi. semenjak itu setiap bu Helen ke jakarta aku selalu nemenin dia di hotel. Namun hal itu hanya berlangsung beberapa bulan, karena menurut kabar yang ku dengar bu Helen sudah pindah kerja. Lama kami tidak berhubungan lagi (sudah ganti no HP) apalagi setelah aku pindah kerja ke perusahaan lain dua tahun yang lalu. Terakhir ku dengar bu Helen sudah menikah.

About darahse

semua suka
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s