guru sd

Cerita dewasa kali ini mengangkat kisah seorang ibu guru yang memiliki kelainan seks – Namaku dewi (ini nama asli loh,, banyak orang yg bernama dewi, jadi aku tidak takut membaritahu nama asliku) dan aku bekerja sebagai authority sd di sekolah negri di kotaku. Sekolah ini bukanlah sekolah favorit, apalagi gedungnya kecil yang menyebabkan jumlah muridnya juga tidak terlalu banyak..

Namun aku menikmati saat2 bekerja disini,, karena di tempat inilah aku bisa menyalurkan >cerita janda hot bugilcerita dewasa terbaru< mendengar suara anak tetanggaku yang memanggil-manggil. Katanya dia ingin mengambil layang-layang yang terjatuh ke belakang rumahku. Lalu tiba-tiba muncul ide gila di kepalaku. Dan aku pun keluar kamar dengan hanya memakai singlet dan celana dalam..

Lalu aku membuka pintunya sedikit sehingga tubuhku tidak terlihat dari luar. setelah berpura-pura menanyakan maksud kedatangannya, akupun mempersilahkannya masuk. Ketika dia sudah masuk dan melihatku secara jelas, dia sangat terkejut melihatku berpakaian seperti itu. Dan kulihat dia terpana memandangi celana dalamku. “heeh, ngeliatin apa kamu dek??” kataku. “eh, gak. Maap kak gak sengaja.” katanya dengan malu-malu. “halah kamu” kataku sambil tersenyum kepadanya mengisyaratkan bahwa aku tidak marah. Dia pun hanya menundukkan wajahnya dengan malu.

Lalu ketika mengantarkannya kebelakang rumahku, akupun mendapat ide yang lebih gila lagi. Aku berhenti di depan pintu kamar mandi, dan berkata padanya “eh, bentar yah kakak kepingin pipis”. “yaudah, kakak pipis aja” katanya. Dia benar-benar gak tahu apa yang akan kulakukan. Lalu aku masuk kekamar mandi, namun aku berhenti di depan pintu dan membuka singlet dan celana dalamku tanpa menutup pintunya dan dia masih berdiri persis di depan pintu. Setelah itu aku membalikkan badanku dan terlihatlah ekspresi yang selama ini menjadi fantasiku. Yaitu wajah kekanakan seorang bocah yang merona merah malu-malu ketika melihat tubuh seorang gadis.

Namun kegilaanku belum berhenti sampai disitu, aku pun berjongkok dan mengeluarkan pipisku yang memang sedang banyak waktu itu. Dan karena kami sedang berhadapan (walaupun dibatasi pintu kamar mandi), air pipisku muncrat melewati batas kamar mandi. Kecingku menggenangi telapak kakinya dan sedikit mengguyur lututnya. Dia hanya terdiam memandangi memiawku yang masih berbulu halus ini dan tidak memperdulikan air kencingku yang membasahi kakinya. aku benar-benar sangat menikmati saat-saat ini. Sempat terpikir untuk bermasturbasi langsung di hadapan dia, namun aku berhasil menahan nafsuku. Setelah selesai, aku tidak membersihkan memiawku dan bangkit berdiri di samping dia. Lalu aku menarik bagian bawah baju anak itu dan memakainya untuk mengelap memiawku. Lalu aku berkata padanya ” sory yah dah numggu” sambil tersenyum semanis mungkin. Dia benar-benar tidak mempercayai apa yang sudah kulakukan dan hanya berguman gak jelas menjawab perkataanku lagi. “hei, jadi gak mau ngambil layangannya??” tanyaku karena dia cuma diam bengong sambil mengendus bajunya yang kupakai untuk cebok. “eh j.. jaddi kaak” katanya dengan suara bergetar”. “Yaudah ayo” kataku sambil menggandeng tangannya..

Sesampainya di belakang rumahku, aku menyenggol jemuranku dengan sengaja sampai membuat baju-bajuku terjatuh. Dan dengan membelakangi bocah itu, aku lalu menuunggingkan pantatku setinggi mungkin sambil mengambil kembali jemuran yang terjatuh. Aku yakin bahwa anusku akan terlihat dengan jelas. Setelah selesai, akupun memberikan layangannya dan mengantarnya ke depan pintu. Namun aku memintanya untuk tidak menceritakan hal ini kepada siapapun. Dan dia pun hanya mengangguk tanda mengerti..

Setelah itu aku kembali kekamarku, dan bermasturbasi dengan ganasnya, dan aku melakukan itu berkali-kali sampai-sampai badanku terasa sangat lemas. Bocah tersebut sama sekali gak tahu bahwa dia udah memberikan kenikmatan yang luar biasa kepadaku..

Beberapa tahun setelah itu aku diterima bekerja di sebuah sekolah negri di kotaku. Sebetulnya aku tidak mengharapkan kejadian indah di masa lalu tersebut untuk terjadi lagi. Karena aku berpikir susah mencari kesempatannya. Dan yang bisa kulakukan hanya dengan memakai rok yang agak pendek namun masih dibawah lutut dan duduk dengan mengengkangkan kakiku sedikit. Aku sangat berhati-hati melakukan ini dan tidak bisa terlalu sering, karena biasanya mereka akan bercerita dengan teman-temannya..

Kesempatan itu kudapat ketika aku diangkat menjadi authority bp. Aku gak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku langsung merencanakannya di minggu kedua jabatanku. Aku mencari murid-murid yang pendiam dan penurut lalu mencari berbagai alasan untuk memanggilnya keruangan bp. Untungnya ruangan bp ini terpisah agak jauh di gedung bagian belakang. Sebetulnya tadinya ini bukan ruangan bp, tetapi cuma ruang 4×4 untuk menymimpan beberapa perlengkapan sekolah. Namun aku meminta kepala sekolah untuk mengubah ruangan tersebut untuk menjadi ruang bp dengan alasan untuk memudahkan mengobrol dengan murid-murid yang cenderung menutup diri ketika dihadapan guru-guru lain..

Nah kembali ke cerita. Korban pertamaku bernama niko. Dia murid kelas enam yang biasanya memiliki nilai-nilai yang dukup baik namun prestasinya menurun ketika aku menjadi wali kelasnya. Aku tahu dia tidak berkonsentrasi belajar karena aku selalu memandanginya dan tersenyum padanya ketika yang lain tidak memperhatikan. Wajahnya tidak menarik, karena itu aku yakin dia akan menjadi salah tingkah ketika kupandangi dan dia memang kurang populer di kalangan teman-teman seangkatannya. Murid-murid yang seperti inilah yang selalu menjadi korbanku. Karena biasanya mereka akan menuruti perintahku..

Hari udah siang ketika dia mengetuk pintu ruang kerjaku. Sudah waktunya pulang sekolah dan biasanya murid-murid langsung pulang kerumahnya. aku sudah menyuruhnya memberitahu orang rumah yang menjemputnya bahwa dia kupanggil keruang bp untuk membicarakan nilainya dan akan mengantarnya pulang setelah selesai. Akupun mempersilahkannya masuk. Lalu akupun berbasa-basi dengannya beberapa menit lalu aku dengan sengaja menjatuhkan pulpenku ke seberang meja dan memintanya mengambilkannya untukku. Tentu saja ketika dia mengambilnya aku langsung mengangkangkan kakiku selebar-lebarnya, memperlihatkan celana dalamku yang berwarna biru muda, lalu langsung menutupnya kembali..

Setelah ia duduk kembali wajahnya memerah dan dia menjadi gugup. Lalu kutanya padanya “niko, wajah kamu merah banget, kamu sakit yah?”. Kupegang keningnya lalu lehernya, trus menyusuri pipinya dan terakhir kusentuh bibirnya dan kumasukkan jariku kedalam mulutnya. Dia tersentak kaget, tapi tetap diam aja. Mungkin dia berpikir, “kapan lagi bisa mengemut jari authority kesayanganku”. Lalu aku mengeluarkan jariku dan kuemut jariku yang tadi dan meludah sedikit ke telunjukku dan kumasukkan lagi jariku kemulutnya dan berkata padanya “tuhkan, lidah kamu anget, kamu sakit yah??” kataku. Dia cuma menggeleng perlahan, dan mulai menghisap-hisap jariku. Aku membiarkannya beberapa menit lalu duduk kembali kekursiku, dia kelihatan kecewa, “tenang aja akan kuberikan yang lebih baik nanti” kataku dalam hati.

Lalu aku mulai bertanya soal niali-nilainya yang mulai menurun, dan menanyakan sebabnya. Dia berkata selama ini dia tidak bisa berkonsentrasi selama di kelas. Lalu ketika aku bertanya kenapa, dia tidak mau menjawab. Akupun memaksanya menjawab dan mulai membujuknya. Kukatakan padanya, bahwa sangat penting untuk mengetahui sebabnya karena dia harus menghadapi ujian nasional sebentar lagi dan kalau kami tidak mengetahui alasanya maka pertemuan ini hanya sia-sia saja. Lalu dia pun berkata dengan suara pelan dan bergetar, “sebenarnyaa.. ni..niko suka sama ibu”. Lalu aku berpura-pura terkejut, dan tersenyum semanis mungkin. “niko, emangnya kamu udah bisa suka sama cewek?? Lagipula kenapa kamu malah sukanya sama ibu, temen-temen kamu kan banyak yang cantik-cantik?”. “so.. soalnyaaa, ibu lebih cantik sih. Niko selalu memandangi wajah ibu keitka ibu mengajar.” “kalo itu si ibu juga tau kok, tp ibu kira kamu ngeliatin ibu dengan serius karena berkonsentrasi dengan pelajaran. Tapii.. ada satu yang aneh ni.”. “apa tu bu??” “kok sewaktu ibu duduk di meja di kosong di depan kamu, kamu jadi ngeliat paha ibu si?? Kamu sebenarnya suka ato nafsu ama ibu??” kataku dengan berani. Anak itu langsung menjawab dengan ketakutan “ah gak kok bu, mungkin waktu itu niko lagi ngelamun.” “haduh kamu gak perlu bohong kok sama ibu. Tadi aja kamu berlama-lama ngambil pulpen ibu karena ngintipin ibu kan??”. “ah ng.. gak kok bu, tadi..” “niko..” kataku langsung memotongnya, “kalo nilai kamu turun gara-gara ngeliatin celana dalam ibu kan kamu sendiri yang rugi?? kalo cuma celana dalam si kamu boleh liat kapan aja kok.” Setelah berkata begitu aku berdiri dan duduk di atas meja sambil membuka lebar kakiku. Kakiku yang sebleh kiri kunaikkan ke atas meja dan yang sebelah kanan kuletakkan di sela-sela kedua pahanya. Dan jempol kakiku mulai memijit titinya. “tuh kamu boleh liat sampe puas. Sayangkan kalo cuma gara-gara ini nilai kamu jatuh sayang??”. Dia benar-benar syok melihat pemandangan indah itu tepat di hadapannya. Sampai-sampai dia lupa menjawabku. Lalu aku menarik wajahnya ke arah selangkanganku sampai menempel dengan celana dlamku, lalu kukepit kepalanya dengan kedua pahaku dengan berhati-hati untuk memberinya ruang untuk bernafas. Sensasinya benar-benar luar biasa, mememkku sudah sangat basah dan membara di balik celana dalamku. Apalgi selama melakukan ini, aku terus bercakap-cakap dengannya seolah-olah tidak terjadi apa-apa..

Setelah agak lama, aku melepaskan kepitan pahaku, dan berdiri membelakanginya. Sekali lagi aku menarik kepalanya namun kali ini ke arah pantatku, dan yang membuatku menyukai anak ini, dia diam saja menurut. Kutempelkan wajahnya dalam-dalam ke pantatku. Dan bisa kurasakan dia menghirup nafas dalam-dalam. Kelihatannya dia sangat menyukai balm pantatku. Dan kali ini juga, aku tetap bercakap-cakap dengannya. Setiap kali dia berbicara, angin dari mulutnya membuat anusku terasa geli dan sangat merangsangku. Karena tak tahan lagi, aku menyusupkan jari ke ke dalam celana dalamku dan mulai bermasturbasi. Lalu aku menyuruhnya menggesek-gesekkan wajahnya di pantatku. Dia pun menurut aja tanpa banyak tanya. Lalu akupun bermasturbasi sampai puas. Aku pun m,ulai mendesah-desah kenikmatan, berkali-kali kupanggil namanya, ” niikoo… oooh.. aaah… ayo tempelkan wajah kamu lebih dalam lagi nak..” “iii ya bu…” ketika dia menjawab, lagi-lagi nafasnya membuat geli anusku dan nafsukupun semakin menjadi. “oooh ibu mau keluar nih,, aaaah.. ssst.. aaah… ssst.. nikmat banget” Aku yakin walaupun dia belum mengerti apa yang sedang kulakukan, dia juga sangat menikamati permainan ini.

Setelah itu, aku duduk kembali diatas meja, lalu menyuruhnya menurunkan celana dalamku. Dia pun menurut dan, dengan bergetar dan gugup dia mulai menarik celana dalamku sampai terlepas. Lalu aku pun melebarkan kuedua kakiku dan memperlihatkan mememkku padanya. aku hanya diam aja, aku menunggunya untuk mencium memiawku tanpa kuperintahkan. dan benar saja, perlahan-lahan dia mulai mendekatkan wajahnya ke memiawku. Pertamanya dia cuma menciuminya saja, lalu kuajarin dia cara-cara yang bisa membuatku nikmat, dan dia cukup cepat belajar. Sebentar saja aku sudah mulai menikmati permainannya. “ooooh.. enak banget sayang.. jilatin terus memiaw ibu,, aah… Ntar ibu kasi kamu nilai yang bagus deh. ooh… terus sayang.. ibu keluar nih… aaah sssst… enak banget jilatan kamu…”..

“makasih ya nikoo..” kataku padanya dengan manja. “niko juga seneng kok bu. Niko mau kok kapan aja ibu mau dijilatin lagi” akupun tertawa dan berkata lagi “aduh baik banget kamu. Eamangnya kamu suka banget yah sama ibu??” “iya bu, niko mau disuruh apa aja sama ibu.” katanya. ” ah yang bener kamu??? kalo gitu kamu mau gak minum pipis ibu?? dari tadi ibu dah nahan pipis tapi ibu males ke kamar mandi ni.” dia memandang wajahku tidak percaya, “tp pipis itu kan jorok bu??” “Loh katanya kamu suka sama ibu, masa pipis ibu aja kamu gak mau minum si sayang??? apa lagi kalo ibu suruh kamu makan tai ibu??” “eeh.. ni.. niko mau kok bu. Terserah ibu aja deh”. Lalu aku pun menarik wajahnya dengan sedikit kuat karena aku juga sudah sering menghayalkan hal ini. dan aku mulai mengencingi mulutnya, dan ternyata dia cukup menyukainya karena dia meminum kencingku dengan cepat agar tidak tumpah kemana-mana. Setelah keluar semua, aku menyuruhnya menjilati memiawku sampai bersih..

Setelah selesai, akupun brpakaian, dan duduk kembali ke kursiku. “niko, kamu gak boleh nyeritain ke siapa-siapa tentang hari ini yah? nanti ibu gak bisa maen-maen kaya gini lagi dengan kamu.” “iya bu, niko gak akan cerita.” “makasih ya sayang, ibu seneng banget hari ini, nanti laen kali kamu yang akan ibu beri kenikmatan, sayangnya hari udah abscessed jadi ibu anatar aja kamu pulang ya??” “iya bu” katanya..

Setelah itu, akupun mengantarnya pulang, dan berbasa basi sebentar dengan ibunya. Sesampainya di rumah, aku masih merasa amative dan kembali bermasturbasi sebentar lalu mandi. Untung saja besok adalah hari minggu, karena hari ini bener-bener melelahkan.

Malam itu akupun tertidur dengan senyum menghiasi wajahku, karena membayangkan si niko meminum pipisku dan memakan semua kotoranku. Hahaha, activity is beautiufull!!

About darahse

semua suka
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s